Salim Soraya Seorang manusia yang hobi nulis & ngeblog buat ngisi waktu luang.

Keindahan Air Terjun Nglirip, Wisata Alam Tuban dan Mitosnya

1 min read

Wisata Tuban
Advertisements

Wisata Alam Tuban – Air terjun Nglirip merupakan salah satu destinasi wisata andalan Kota Tuban, Jawa Timur. Dengan suasana pepohonan yang masih rindang, disini kamu bisa menikmati keindahan air terjun dan sejuknya udara disekitar.

Air terjun Nglirip berada di dusun Jojogan, Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Dengan menempuh jarak kurang lebih 30 Km ke arah barat daya dari pusat Kota Tuban, kamu akan sampai di air terjun ini.

Seiring berkembangnya pembangunan infrastruktur Kota Tuban, jalur menuju air terjun Nglirip sangatlah mudah, hanya saja memang letaknya agak jauh dari Pusat Kota. Jalur didominasi jalanan beraspal halus yang lebar namun berkelok kelok. Kamu akan melewati beberapa hutan jati dan tebing-tebing dengan pemandangan yang menawan selama perjalanan.

Wisata Tuban

Air terjun dengan ketinggian kurang lebih 25 meter ini memiliki warna yang unik, saat musim kemarau warna airnya hijau kebiruan dengan aliran air yang tidak terlalu deras. Sebaliknya saat musim hujan, air berwana cokelat keruh dengan volume air yang berubah-ubah.

Volume air yang bisa berubah sewaktu-waktu inilah yang sangat membahayakan pengunjung. Tidak direkomendasikan untuk mengunjungi Air terjun ini pada musim hijan.

Mitos air terjun nglirip

Air terjun ini memiliki mitos yang beredar di masyarakat, dan dipercaya secara turun-temurun hingga sekarang.

Konon, pada zaman dahulu ada seorang perempuan desa yang memiliki paras cantik. Salah satu adipati Tuban pada masa itu (pada zaman sebelum kerajaan Majapahit) terpikat oleh kecantikan wanita ini. Hingga akhirnya mereka pun menikah dan dikarui anak yang diberi nama Joko Lelono.

Saat Joko Lelono beranjak dewasa, dia jatuh cinta dengan gadis desa yang berasal dari keluarga kurang mampu. Ini membuat adipati Tuban saat itu, ayahnya, tidak merestui hubungannya.

Joko Lelono pun kabur, hingga sang ayah marah lalu memerintahkan prajurit untuk mencari dan membunuh Joko Lelono.

Gadis pujaan hati Joko Lelono pun sedih dan merasakan patah ahti yang teramat dalam. Lalu dia pergi ke sebuah gua yang berada di sekitar air terjun Nglirip untuk bertapa dan menenangkan diri.

Karena cerita inilah muncul mitos yang melarang siapapun yang masih pacaran tidak diperbolehkan berlibur di Nglirip. konon jika pasangan ini tetap nekat berlibur di Air terjun Nglirip makan hubungannya akan 40 hari setelah mengunjungi Nglirip.

Itulah mitos salah satu wisata alam Tuban yang cukup populer. Terlepas dari semua mitos yang bereda. Air terjun Nglirip memiliki keindahan alam yang tak kalah dengan air terjun di Indonesia lainnya.

Gimana? Tertarik mau mampir?

Advertisements
Avatar
Salim Soraya Seorang manusia yang hobi nulis & ngeblog buat ngisi waktu luang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 + = 4