Parenting

Ini Lho 6 Penyebab Produksi ASI Sedikit

Pinterest LinkedIn Tumblr

Penyebab Produksi ASI Sedikit – Sebagian besar kekhawatiran bunda pada masa meyusui adalah apakah kebutuhan ASI untuk si kecil terpenuhi atau tidak, betul ya bund. Pada dasarnya produksi ASI berbanding lurus dengan kebutuhan bayi.

Gejala kurang ASI atau ASI seret bisa kita ketahui saat si kecil menangi terus menerus tanpa sebab yang jelas. Atau si kecil mengalami penurunan berat badan.

Advertisements

Tapi jangan stress dulu ya bund, bunda yang stress justru membuat produksi ASI semakin sedikit. Bunda harus tahu apa saja sih penyebab ASI seret? Yuk di simak bund.

Penyebab ASI Sedikit

Ada masalah pada manajemen laktasi

Tidak smeua bunda bisa langsung menyusui bayi dengan lancar saat bayi lahir. Banyak bunda yang mengeluhkan ASI sedikit yang keluar setelah melahirkan, hingga beberapa hari kemudian. Keadaan ini disebut dengan laktasi yang tertunda, saat seperti ini bunda bisa stress hingga menghambat produksi ASI.

Sebagian besar bunda langsung memutuskan untuk menggunakan susu formula. Sebenarnya, keadaan laktasi tertunda seperti ini bukan berarti tidak bisa memberi ASI sepenuhnya bund. Bunda harus sedikit sabar dan berusaha, serta rajin menghubungi konselor ASI.

Saat bunda beralih ke susu formula, ini hanya akan membuat kualitas ASI menurun. Karena sebenarnya asupan ASI sebanding dengan permintaan bayi. Semakin sering bayi menyusu, maka semakin banyak ASI yang keluar.

Kelenjar air susu berkurang

Karena berbagai alasan, beberapa payudara wanita tidak berkembang secara normal lho bund, dan bisa jadi tidak cukup maksimal dalam memproduksi ASI. Kelenjar air susu yang kurang bisa menyebabkan pelekatan pada bayi, karena payudara terlalu kecil atau terlalu besar.

Beberapa cara bisa dilakukan untuk mengatasinya, seperti memompa, obat medis, atau saran konselor laktasi lainnya. Jika masalah terus berlanjut, bunda melengkapi assupan nutrisi untuk si kecil dengan susu formula. Perlu diingat ya bund, meski produksi ASI sedikit bunda harus tetap memberikan ASI, karena ini akan membantu sistem kekebalan tubuh si kecil dan perkembangannya.

Tidak menyusui pada malam hari

Saat si kecil tidur, ini menjadi momen melegakan buat bunda karena bisa beristirahat. Tapi ternyata melewatkan pemberian ASI pada bayi saat malam kurang baik untuk pertambahan berat badan lho bund, ini sekaligus menjadi momen memproduksi ASI.

Perlu diingat, kondisi masing-masing bunda berbeda dalam hal kuantitas susu. Tapi kalau semalaman tidak dihisap, produksi ASI semakin menurun.

Saat malam hari, tingkat prolaktin (hormon yang menandakan payudara membuat susu) lebih tinggi, sehingga prolaktin juga bisa menyebabkan penurunan susu.

Adanya gangguan hormon dan kesehatan ibu

Pembuatan susu sangat dipengaruhi oleh hormon prolaktin yang diproduksi saat hamil dan setelah emlahirkan. Namun jika bunda mengalami gangguan hormon, maka kemungkinan besar produksi ASI juga akan bermasalah.

Berikut beberapa masalah pada hormon yang mungkin bunda alami.

  1. Polycystic ovary syndrome (PCOS), yaitu indung telur memproduksi hormon laki-laki lebih banyak dari pada hormon wanita, sehingga mempengaruhi ovulasi dan produksi ASI
  2. Kelenjar tiroid yang tidak normal (terlalu rendah atau terlalu tinggi)
  3. Diabetes dan darah tinggi
  4. Obesitas
  5. Pendarahan pasca melahirkan yang menyebabkan trauma atau stres
  6. Pernah operasi payudara sebelum kehamilan
  7. Kekurangan Zat besi

Pengaruh obat tertentu dan akibat penggunaan KB

Salah satu bahan pada obat yang bisa menurunkan produksi ASI adalah Pseudoefedrin. Bahan ini banyak digunakan untuk obat alergi dan obat flu. Buat bunda yang memiliki tingkat alergi tinggi, sebaiknya menghindari konsumsi obat setelah melahirkan. Hingga produksi ASI stabil.

Selain obat, yang perlu diperhatikan adalah penggunaan KB. KB hormonal akan mempengaruhi produksi ASI.

Advertisements

Faktor pada bayi

Selain faktor pada bunda, beberapa faktor mungkin berasal dari si kecil itu sendiri, misalnya seperti berikut

  1. Tongue tie menyebabkan bayi kesulitan menghisap puting. Meski bayi terlihat sedang menyusu, tapi bisa jadi bayi tidak menyusu sama sekali. Bunda bisa memeriksa pipi bayi saat melakukan gerakan menyedot. Bayi yang kesulitan menyusu, akan mempengaruhi produksi ASI sehingga produksi ASI akan semakin sedikit karena permintaannya berkurang.
  2. Pelekatan yang tidak sempurna akan membuat bayi tidak bisa menyusu dengan baik. Cari posisi yang paling nyaman untuk bunda dan si kecil saat proses menyusu berlangsung.

Itulah beberapa penyebab ASI sedikit yang biasa dialami bunda setelah melahirkan. Semoga bermanfaat bunda.

Advertisements

Write A Comment

43 − = 34