Parenting

Kenapa Baby Walker Dilarang Oleh Dokter Anak?

Pinterest LinkedIn Tumblr

Baby Walker Bahaya Untuk Anak? – Saat anak sudah mulai aktif belajar berjalan kesana kemari, mungkin buat bunda cukup melelahkan mengejar anak kesana kemari. Inilah yang menjadi alasan kenapa banyak bunda memilih baby walker sebagai pilihan yang tepat.

Namun sebenarnya, menurut dokter anak, baby walker lebih banyak memberikan dampak negatif daripada dampak positifnya.

Advertisements

Baby walker tidak memiliki manfaat untuk perkembangan bayi

Dikutip dari situs theasiaparent.com, di Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya, ruang gawat darurat rumah sakit merawat ribuan bayi setiap tahunnya karena terluka akibat penggunaan baby walker.

Bahkan menurut sebuah laporan, di Hongkong terjadi kasus balita hampir tewas akibat menggunakan alat ini.

Menurut sebuah penelitian jurnal Pediatrics yang diterbitkan pada 17 September 2018, “Lebih dari 200.000 anak-anak di bawah usia 15 bulan dirawat di UGD rumah sakit akibat cedera tulang tengkorak, gegar otak, patah tulang, dan cedera lain terkait dengan penggunaan babywalker sejak tahun 1990 hingga 2014”.

Melihat laporan angka cedera yang tinggi, banyak dokter anak mendesak untuk dikeluarkannya larangan penggunaan baby walker.

Benjamin Hoffman, salah seorang dokter anak yang memimpin American Academi of Pediatrics Committee of Violence and Poison Prevention, berkata “Saya melihat babywalker sangat berbahaya dan tidak memiliki manfaat apa pun, sebaiknya tidak dijual di Amerika Serikat”.

Bahaya baby walker

Para ahli menemukan, baby walker yang dirancang untuk membantu bayi berjalan ini justru beresiko memperlambat perkembangan motorik bayi yang sedang berlatih untuk duduk, merangkak, dan berjalan.

Ini dikarenakan bayi yang menggunakan baby walker jadi malas untuk berjalan sendiri.

Bahkan beberapa penelitian mengungkapkan, penggunaan baby walker tidak mendukung perkembangan bayi dari sisi mana pun.

Bayi yang berjalan dengan baby walker terbukti tidak lebih cepat berjalan dibandingkan dengan yang tidak menggunakannya sama sekali. Semua karena pola atau koordinasi otot yang dilatih saat menggunakan baby walker berbeda dengan berlatih berjalan biasa.

Banyak bunda memilih baby walker karena praktis, dan si kecil bisa dibiarkan bermain sendiri, sementara bunda bisa mengerjakan pekerjaan lain.

Padahal seharusnya, saat bayi menggunakan alat ini, bunda harus selalu mengawasi dan lebih ekstra hati-hati. Berikut ini beberapa kasus yang sering terjadi pada bayi yang menggunakan baby walker.

Terjatuh dari tangga

Ini adalah kecelakaan yang paling sering terjadi pada anak yang menggunakan baby walker. Resikonya, anak bisa terkena gegar otak, cedera leher, dan tulang retak.

Baby walker akan memudahkan anak meluncur ke segala arah, namun inilah yang membuat anak kesulita mengontrol untuk menghentikan baby walker.

Jari bayi terjepit

Saat menggunakan baby walker, bayi bisa saja terjepit jarinya saat menabrak dinding atau perabot rumah tangga lain.

Bayi terjatuh terguling

Saat miring, bisa saja baby walker terguling karena kepala bayi memang masih lebih berat dari abdannya. terlebih lagi bayi belum bisa mengatur keseimbangan tubuh.

Bayi bisa mengambil benda berbahaya

Karena posisinya berdiri, bayi lebih mudah mengambil benda-benda berbahaya yang ada di sekitarnya.

Bayi lebih mudah terbentur

Bayi yang sedang senang berlarian kesana kemarin akan mudah terbentur perabot yang berbahaya atau tembok karena belum bisa mengontrol pergerakan baby walker.

Advertisements

Para ahli menyarankan agar tidak menggunakan baby walker. Sebagai gantinya bunda bisa mengajaknya bergerak aktif di ruangan yang aman sambil melatihnya berjalan dengan memegang kedua tangannya.

Meskipun dokter anak menyarankan untuk tidak menggunakan baby walker, masih banyak bunda yang menggunakannya. Yang terpenting saat anak berada di baby walker bunda harus memberikan pengawasan ekstra ya bund.

Advertisements

Write A Comment

19 − = 14